Selamat malam juga,
Spiderman.
Apa kabarmu baik-baik
saja? Kuharap kau sama seperti aku yang selalu sehat dan ceria. Maaf, aku baru
bisa membalas suratmu. Kau tahu sendiri kan, akhir-akhir ini aku sibuk dengan
tugas kuliah yang berceceran. Itu semua bukan karena aku sengaja menyibukkan
diri untuk melupakan dirimu. Maaf, aku memang gemar melupa tapi aku tak akan
sengaja melupakanmu.
Teruntuk Spiderman yang
suka makan permen.
Bagaimana kuliahmu di
sana? Pasti kau sedang loncat sana loncat sini memikirkan skripsimu yang tak
kunjung usai. Mau sampai kapan? Kau mungkin butuh waktu untuk sejenak melepaskan
rindu denganku. Biasanya kau akan sangat bersemangat belajar jika sudah
menyelami mataku, menatapku lamat-lamat, dan memelukku. Ah, aku rindu kamu,
Spiderman. Where have you been.
Teruntuk Spiderman yang
saat ini entah di mana.
Oh iya, surat ini
kutulis saat hujan mulai menderas di Bulan Januari. Tepatnya setelah kalang
kabut mengangkat jemuran di depan rumah. Iya, sekarang aku sudah di rumah. Liburan
sudah tiba sejak seminggu yang lalu. Apa kau tak berniat merencanakan
perjalanan menyusuri kebun teh lagi bersamaku? Oh iya, aku tidak boleh egois. Saat
ini prioritasmu adalah lulus kuliah dengan tepat waktu. Aku percaya, tak kan
ada sekat rindu jika kita selalu mendoakan dan mengikhlaskan waktu. Kuharap kau
segera membalas surat ini, Spiderman.
Dariku, perempuan
pelupa yang tak pernah letih mendoakanmu