Sabtu, 04 Februari 2017

Aku rindu, Spiderman



Selamat malam juga, Spiderman.
Apa kabarmu baik-baik saja? Kuharap kau sama seperti aku yang selalu sehat dan ceria. Maaf, aku baru bisa membalas suratmu. Kau tahu sendiri kan, akhir-akhir ini aku sibuk dengan tugas kuliah yang berceceran. Itu semua bukan karena aku sengaja menyibukkan diri untuk melupakan dirimu. Maaf, aku memang gemar melupa tapi aku tak akan sengaja melupakanmu.
Teruntuk Spiderman yang suka makan permen.
Bagaimana kuliahmu di sana? Pasti kau sedang loncat sana loncat sini memikirkan skripsimu yang tak kunjung usai. Mau sampai kapan? Kau mungkin butuh waktu untuk sejenak melepaskan rindu denganku. Biasanya kau akan sangat bersemangat belajar jika sudah menyelami mataku, menatapku lamat-lamat, dan memelukku. Ah, aku rindu kamu, Spiderman. Where have you been.
Teruntuk Spiderman yang saat ini entah di mana.
Oh iya, surat ini kutulis saat hujan mulai menderas di Bulan Januari. Tepatnya setelah kalang kabut mengangkat jemuran di depan rumah. Iya, sekarang aku sudah di rumah. Liburan sudah tiba sejak seminggu yang lalu. Apa kau tak berniat merencanakan perjalanan menyusuri kebun teh lagi bersamaku? Oh iya, aku tidak boleh egois. Saat ini prioritasmu adalah lulus kuliah dengan tepat waktu. Aku percaya, tak kan ada sekat rindu jika kita selalu mendoakan dan mengikhlaskan waktu. Kuharap kau segera membalas surat ini, Spiderman.

Dariku, perempuan pelupa yang tak pernah letih mendoakanmu